My Dreams

  • Defender, Planned, Orderly, Organized, Practical, Controled, Decisive, Respect, Procedures, Details, Disciplined, Conscientious, Super Dependable, Warm, Generous, Peace, Quiet, Sensitivity, Privacy, Few Interruptions, Protected, People-oriented, Serves Others, Enjoys Harmonious, Loyalty, and Devotion.
Tampilkan postingan dengan label Jakartatourism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakartatourism. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 April 2013

Pemuda-Pemudi Heritage Camp Mempersiapkan World Heritage Day 2013

World Heritage Day (Hari Situs dan Monumen Dunia) sudah ditetapkan cukup lama namun masih banyak yang belum mengetahuinya. Hari situs dan monumen ini pertama kali diusulkan oleh ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) tahun 1982 dan selanjutnya ditetapkan oleh UNESCO pada sidang umumnya ke-22 tahun 1983. Akhirnya 18 April ditetapkan sebagai hari situs dan monumen dunia dalam rangka memberikan kesempatan untuk peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya warisan dunia serta semangat untuk melindungi dan melestarikan sekaligus untuk memahami nilai-nilai luhurnya.

Sebagai Follow up dari kegiatan Heritage Camp 2013 Februari lalu, para panitia dan alumni Heritage Camp siap menjalankan action plan untuk menyelenggarakan World Heritage Day pada tanggal 18 April 2013 di wilayah masing-masing dengan membuat flash mob. Flash mob merupakan suatu gerakan yang dilakukan banyak orang dalam waktu yang singkat dengan tema tertentu yang bertujuan untuk kampanye atau promosi.

Flash mob dirasa cocok sebagai media untuk memperkenalkan World Heritage Day di tengah masyarakat karena akan menjadi center of attention. Orang pasti akan memiliki rasa ingin tahu ketika di sebuah tempat umum ada gerakan flash mob yang dilakukan dengan gerakan yang sama (serempak) oleh lebih dari 100 orang. Partisipasi dibuka seluas-luasnya kepada kepada siapapun dengan persyaratan menghapal gerakan tarian yang telah di-upload di internet. Berikut adalah video tutorial flash mob World Heritage Day 2013 yang dibuat oleh teman-teman La Galigo Music Project:
Konsep kegiatan untuk memperingati World Heritage Day 2013 oleh alumni Heritage Camp tidak hanya berupa flash mob, konsep pada saat perayaan juga ditambah dengan beberapa kegiatan seperti jelajah situs, parade budaya, diskusi, dan lain sebagainya. Tak lupa para panitia dan alumni Heritage Camp turut mempromosikan World Heritage Day melalui sosial media (Facebook, Twitter,  Youtube, Blog, Website) dan spanduk atau pamflet untuk daerahnya masing-masing. Berikut kegiatan yang akan diselenggarakan dalam rangka World Heritage Day 2013 oleh panitia dan alumni Heritage Camp 2013 di beberapa daerah antara lain (akan di-update terus):
  • World Heritage Day 2013 untuk Makassar
1. Pre event (16 April 2013):
Kunjungan ke situs-situs pusaka di sekitar Makassar (Fort Rotterdam, Benteng Somba Opu, Istana Tamalate, Museum Patingalloang, Pantai Losari) untuk membuat semacam dokumenter singkat
Wawancara warga di sekitar situs tersebut mengenai: "bagaimana kondisi situs", "upaya pemerintah dalam pelestarian", "apakah peran serta warga sekitar dalam pengelolaan situs", "hambatan", dsb
2. Event (18 April 2013):
Pemutaran dokumenter singkat di (opsional) di Kedai Buku Jenny/CafeTamako/ sekretariat AFS Bina Antarbudaya/Chapter Makassar/SMA Negeri 5 Makassar. Dilanjutkan dengan diskusi bersama
  • World Heritage Day 2013 untuk Kalimantan
Kegiatan akan terpusat di Kota Samarinda dan mencoba bekerja sama dengan organisasi Junior Chamber International (JCI) Kal-Tim dalam pelaksanaannya. Kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain:
1. Lomba mewarnai gambar Ukiran Dayak Untuk Anak PAUD yang bertujuan untuk menanamkan rasa cinta kebudayaan lokal secara dini 
2. Jelajah Kampung Bugis Wajo "Cikal Bakal Kota Samarinda"
3. Pentas Seni di Tepian Sungai Mahakam bersama Komunitas-komunitas yang ada di kota Samarinda
  • World Heritage Day 2013 untuk DKI Jakarta
Lokasi yang dipilih oleh Project Manager DKI Jakata adalah Kawasan Museum Fatahillah. Berikut kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain:
1. Gathering Komunitas dan Pecinta Budaya
2. Diskusi Tradisi Lisan "La Galigo"
3. Jelajah Malam Museum Kota Tua
  • World Heritage Day 2013 untuk Yogyakarta
Kegiatan World Heritage Day Yogyakarta akan dilaksanakan di sekitar Benteng Vredeburg yaitu:
1. Pawai kebudayaan yang berjalan dari Abu Bakar Ali-sepanjang jalan malioboro-Benteng Vredeburg
2. Orasi World Heritage Day di Benteng Vredeburg

Demikian kegiatan World Heritage Day 2013 yang akan kami laksanakan beberapa hari lagi. Dukung terus aksi kami, Cintailah budaya dan pusaka Indonesia!!!^^


Pantau kami di:
WHD Facebook Fanspage 
@lontaraproject
#HeritageCamp

Jumat, 28 Desember 2012

Pengalaman Audisi Abang-None Jakarta

Sebagai Ibu Kota negara, DKI Jakarta merupakan kota yang cukup “complicated” untuk dibicarakan. Permasalahan seperti polusi, macet dan banjir merupakan hal klasik yang terjadi di Jakarta. Bukan tanpa alasan, coba kita amati jumlah penduduk yang padat dan dihadapkan dengan wilayah yang sempit. Pembangunan gedung dan volume kendaraan yang terus meningkat. Mungkin hal-hal yang saya sebutkan di atas saat ini masih dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja, mengingat Jakarta memang kota metropolitan. Sentral kota yang menjadi penopang mimpi sebagian besar penduduk Indonesia dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Di balik itu, kita yang notabene-nya adalah bukan penduduk asli DKI Jakarta alias pendatang sepertinya hanya memikirkan tujuan pribadi kita saja. Kita mencari nafkah, menimba ilmu atau bahkan menyebarkan budaya kita sendiri selama kita tinggal di DKI Jakarta. Padahal penduduk asli DKI Jakarta yang disebut suku Betawi tentunya memiliki kebudayaan asli yang menjadi ciri khas kota ini. Banyak yang terlupakan oleh warga yang berdomisili disana bahwa DKI Jakarta juga mempunyai kebudayaan yang perlu dilestarikan.

Saya memang bukan berasal dari DKI Jakarta, namun sudah merasa seperti ‘orang Betawi’ karena telah lahir dan besar disana. Saya hanya menjadi pengamat dan penikmat budaya Betawi selama ini. Di daerah tempat tinggal saya ternyata masih kental kebudayaan Betawinya. Sapaan dalam keluarga seperti Engkong, Nyai, Enyak, Babe, Encang, Encing, Abang dan Empok masih akrab di telinga saya. Pertunjukan khas seperti ondel-ondel, marawis, tanjidor dan lenong pernah saya nikmati walau hanya pada event-event tertentu. Selain itu, prosesi pernikahan adat Betawi juga yang menarik. Budaya pernikahan tersebut terdiri dari lamaran, masa pertunangan, menentukan hari perkawinan, mengantar peralatan, menyerahkan uang sembah, seserahan, nikah, ngarak penganten, main nganten-ngantenan, main marah-marahan, menyerahkan uang penegor dan pesta penutup. Namun, saat ini upacara adat perkawinan Betawi jarang diselenggarakan secara lengkap. Pada umumnya hanya beberapa tahapan saja yang dilaksanakan. Tahapan yang jarang dilakukan pada saat ini adalah main nganten-ngantenan, main marah-marahan dan menyerahkan uang penegor. Tak lupa petasan, pantun, roti buaya, dodol dan nasi congcot yang begitu mengena dalam benak saya karena saya pernah melihat dan mencoba secara langsung.

Oi pembaca...
Oi...
Paragraf panjang di atas baru prolog lho...

Saya akan menceritakan mengenai sebuah pengalaman yang membuat saya mengetahui lebih jauh mengenai “The Powerfull of Jakarta”.

Teman-teman ada yang pernah mendengar tentang ABNON?

ABNON adalah singkatan dari ‘Abang None’. Kalau di wilayah Tangerang punya “Kang Nong”, di Jawa Tengah punya “Mas Mbak ”, di Jawa Timur punya “Raka Raki”, maka di DKI punye “Abang None”, sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan Duta Wisata yang handal mempromosikan, melestarikan dan mengapresiasikan keanekaragaman budaya daerah. Ajang ABNON ini merupakan suatu kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya oleh masing-masing Pemerintah Kota Administrasi DKI Jakarta, kemudian maju ke tingkat Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Jakarta. Pengalaman yang saya rasakan waktu itu dalam memperingati ulang tahun DKI Jakarta yang ke 485.

Pada tanggal 27 dan 28 April 2012, saya mengikuti seleksi pemilihan ABNON Jakarta Barat 2012 yang mengusung tema ”Unleash Your Potensial”. Seleksi peserta dilakukan melalui tiga tahapan, yakni komunikasi, focus group discussion dan interview oleh dewan juri yang terdiri atas tujuh orang. Setelah melalui tiga tahap seleksi, dewan juri akan memilih 15 pasang ABNON untuk maju ke babak final. Pada seleksi tahap III, dewan juri akan melakukan penilaian terhadap penampilan dan kualitas kecerdasan finalis, terutama yang berkaitan dengan pengetahuan budaya Betawi. Ke-15 pasang ABNON terpilih akan mengikuti malam final pada 25 Mei di Hotel Twin Plaza Jalan S Parman Jakarta Barat untuk menentukan siapa ABNON Jakarta Barat 2012, Wakil ABNON I, Wakil ABNON II, Harapan I-II dan ABNON Favorit.

Apa sih yang mendasari saya mengikuti pemilihan ini? Ikut-ikutan? Tidak juga karena disana saya hanya sendiri. Mau eksis? Mungkin saja terbesit hal itu. Namun yang menjadi pertimbangan utama saya ialah saya ingin mengembangkan potensi diri dan menambah wawasan kebudayaan.

Muda, Beda, dan Berbudaya

Yups, ketiga kata di atas sepertinya jargon dalam acara ini. Muda, karena kita sebagai pemuda yang menjadi pemeran utama dalam misi budaya ini. Beda, walau berbeda latarbelakang, kita memiliki visi dan misi yang sama. Berbudaya, sudah jadi rahasia umum bahwa bangsa Indonesia ini adalah salah satu negara yang  memiliki banyak budaya, maka dengan ini diharapkan kita dapat memahami tentang budaya kita dan selalu berusaha menjaganya. Walaupun hanya sempat mencicipi satu tahap seleksi, saya tidak menyesal. Dengan adanya acara ini yang walau hanya saya kecap sebentar, saya mendapatkan banyak hikmah.

Pertama, saya bertemu dengan orang-orang hebat. Tidak semua peserta berdomisili di Jakarta lho, bahkan pemuda-pemudi dari Depok, Bandung dan lainnya turut serta. Artinya mereka ingin berkontribusi melestarikan budaya dimanapun tanpa terkecuali. Kedua, saya membaca pedoman kebudayaan Betawi yang harus diketahui oleh semua peserta. Saya menjadi tahu beberapa informasi mengenai DKI Jakarta, seperti:

  1. Budaya Betawi dipengaruhi oleh budaya Arab, India dan Cina.
  2. Kesenian khas Betawi antara lain, seperti ondel-ondel, tanjidor, pencak silat, samrah, lenong dan ronggeng.
  3. Makanan khas Betawi di antaranya seperti gado-gado, sayur asem, sate pentul, asinan, kerak telor, nasi uduk dan lakse penganten.
  4. Kue khas Betawi di antaranya seperti kue talam, pepe, jongkong, lumpur sorge, serabi, cucur, pancong, putu dan ongol-ongol.
  5. Alat-alat musik khas Betawi di antarannya seperti gambang kromong, rebab, kecrek dan terompet.
  6. Baju khas Betawi untuk laki-laki terdiri dari baju jas tutup, baju koko, sarung, celana batik dan dilengkapi dengan peci, liskol, kuku macan serta lokcan. Selanjutnya baju khas Betawi untuk perempuan terdiri dari kebaya, selendang dan kain sarung serta dilengkapi dengan kalung liontin dan hiasan peniti. Tak lupa rambut dikonde atau dicepol.
  7. Bangunan bersejarah yang menarik di DKI Jakarta di antaranya seperti Masjid Angke, Masjid Kebon Jeruk, Masjid Bandengan, Masjid Pekojan, Masjid Luar Batang, Masjid Marunda, Gereja Kathedral, Gereja Tugu, Gereja Sion, Gereja Immanuel, Monumen Nasional, Istana Merdeka, Gedung Departemen Keuangan, Gedung Arsip Nasional, Gedung Kesenian, Gedung Kebangkitan Nasional, Gedung Sumpah Pemuda, Toko Merah, Rumah Tinggi Marunda, Rumah Langgam Cina, Gedung PLN, Gedung Kantor Pos dan Gedung Candranaya.
  8. Museum-Museum di DKI Jakarta di antaranya seperti Musem Sejarah Jakarta, Kenarik, Keramik, Tekstil, Joang’45, Taman Prasati, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, Perumusan Naskah Proklamasi, Sasmita Loka, BNI, Adam Malik, Mahkamah Agung, Bahari, Satria Mandala, POLRI, Pancasila Sakti, Keprajuritan Indonesia, Perangko Indonesia, Asmat, Fauna, Olahraga, Purna Bakti Pertiwi, Graha Widya Putra, Telekomunikasi, Serangga, Pusaka dan Transportasi.
  9. Objek wisata di DKI Jakarta antara lain, seperti Taman Mini Indonesia Indah, Taman Impian Jaya Ancol, MONAS, Planetarium, Kebun Binatang Ragunan dan masih banyak lagi.

Ketiga, saya semakin cinta kepada kebudayaan Betawi. Walau saya tidak menjadi pemenang dalam acara tersebut, saya tetap merasa berkewajiban untuk turut serta memahami dan membangun potensi-potensi yang ada di wilayah yang saya tinggali. Saya juga dapat berkontribusi dengan cara lain untuk melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Betawi yang merupakan The Powerfull of Jakarta.

Sabtu, 08 Desember 2012

Minggu, 02 Desember 2012

[EnjoyJakarta] Passer Baroe, Kawasan Wisata Belanja Bersejarah



Shopping-ers A :Hayooo siapa yang tidak tahu tentang Passer Baroe?
Shopping-ers B : Apa tuh Passer Baroe? Aku sih tahunya Pasar Baru di Jakarta Pusat. Surganya pecinta sepatu, tas, pakaian, pokoknya lengkap deh...Bangunannya elite banget :)
Shopping-ers A : Hehehe Passer Baroe itu ya Pasar Baru. Yuk kita belanja, ada diskon gede-gedean bulan ini! :D

Salah satu tempat belanja favorit saya yaitu Pasar Baru. Pasar Baru berlokasi di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Nama pusat perbelanjaan ini konon diwariskan secara turun-temurun sejak zaman VOC, dengan ejaan tepatnya "Passer Baroe". Di gapura masuk masih tertera tulisan Passer Baroe, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Pasar Baru.